Jurnal Ilmiah

Panduan SOS

Prog. SOS FAI

Prog. SOS FAI
Sistem Informasi Akademik Mahasiswa FAI Berbasis Online

Popular Posts

Followers

CELEBRITY

Tamu-nya FAI

Oleh : Khoirul Asfiyak. M.HI

A. Pendahuluan
Ikhtilaf menurut bahasa adalah perbedaan faham / pendapat yang akar istilah ini sejatinya berasal dari bahasa arab. Pada mulanya asal katanya adalah Khalafa, Yakhlifu, Khilafan yang maknanya lebih umum daripada al dhiddu, sebab setiap yang berlawanan : al dhiddain pasti akan saling bertentangan/mukhtalifan . Menurut istilah, Ihktilaf adalah perbedaan pendapat antara dua orang atau lebih terhadap suatu obyek ( masalah ) tertentu, baik berlainan itu dalam bentuk tidak sama, ataupun bertentangan secara diametral. Adapun yang dimaksud dengan al ikhtilaf dalam tradisi pemikiran fiqhiyyah adalah tidak samanya atau bertentangannya penilaian (ketentuan) hukum terhadap suatu obyek hukum.

Sedangkan yang dimaksud dengan ikhtilaf dalam pembahasan ini adalah perbedaan pendapat para ulama dalam hal:
Pertama : terhadap eksistensi Nash beserta nilai / kualitas kehujjahannya sebagai sumber hukum Islam ( Mashadir al Tasyri’ )
Kedua : perbedaan pendapat ulama dalam menerapkan sebagian ketentuan hukum Islam yang bersifat Furu’iyyah dan bukannya pada masalah hukum Islam yang bersifat Ushuliyyah, yang disebabkan oleh perbedaan cara pemahaman dan penggunaan metode dalam menetapkan pendapat mereka itu. Oleh karena itu pembahasan dalam kajian ini akan lebih difokuskan pada kajian tentang fenomena perbedaan pendapat di kalangan imam mazhab maupun ikhtilaf yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat muslim sekarang ini. Kajian sederhana ini terutama ditujukan pada akar historis dan sosiologis yang diharapkan bisa menguak tabir maraknya ikhtilaf di kalangan umat Islam.

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa ikhtilaf yang berkembang dalam tradisi keilmuan muslim bisa dikategorikan dalam dua aspek, yakni :

Pertama: Khilaf Tadhod (Yaitu khilaf yang di dalamnya terjadi sebuah kontradiksi) seperti masalah dalam hal menyentuh wanita membatalkan wudhu’ atau tidak, keluarnya darah membatalkan wudhu atau tidak, khomr najis atau bukan, zakat tijaroh (perdagangan) ada atau tidak. Khilaf seperti ini masuk dalam kategori khilaf tadhod –maksudnya khilaf yang saling bertentangan (kontradiksi). Perlu dipahami bersama bahwa khilaf seperti ini bisa dipastikan: tidak mungkin semua pendapat benar, karena secara substansial ‘sabda’ Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya.

Kedua: Khilaf Tanawu’ (Yaitu perbedaan yang sumbernya adalah keragaman pengamalan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam): misal, perbedaan bacaan doa iftitah, bacaan dzikir ketika sujud, dan bacaan duduk diantara dua sujud. Dalam masalah doa iftitah misalnya, ummat Islam menjumpai di dalam kitab-kitab fikih terjadi perbedaan. Syafi’iyah memilih doa iftitah dengan lafadz: Wajjahtu wajhiya lilladzi fathorossamawati wal Ardh, Hanafiyah memilih lafadz: Subhanakallahumma wabihamdika watabarokasmuka wa ta’ala jadduka wa laa ilaaha ghoiruka, sementara Hanabilah: Allahumma ba’id baini. Dalam tulisan ini tidak dibedakan antara ikhtilaf jenis Tadhod ataukah jenis Tanawu’ karena sejatinya kedua jenis ikhtilaf itu telah ada di dalam kehidupan kaum muslim di seluruh dunia.

Mengawali pembahasan sederhana ini dapat dinyatakan dengan pasti bahwa fenomena perbedaan pendapat pada masa yang paling awal dari sejarah pemikiran Muslim / pada masa periode pertumbuhannya ( yakni pada masa Nabi Muhammad SAW ) belumlah muncul seperti pada masa-masa berikutnya, terutama sekali pada masa keemasan hukum Islam. Perbedaan pendapat pada masa Nabi tidaklah seramai dan sekrusial pada masa pertumbuhan mazhab-mazhab hukum Islam. Bahkan ikhtilaf yang terjadi di kalangan sahabat hampir-hampir sulit ditemukan ( al Ulwaniy, Tt:33 juga dalam Hassan, 1994:106 ), karena ketika sahabat berdebat tentang suatu persoalan, Nabi bisa segera mendamaikan perbedaan pendapat itu, sehingga sahabat tidak pernah berlarut-larut dengan ikhtilaf yang tiada akhir. Sejarah mencatat bahwa perbedaan pendapat pertama yang mengakibatkan ummat Islam terpecah dalam kelompok / firqah tertentu, adalah kasus pergantian kepemimpinan Nabi ( suksesi / Istikhlaf ).

Dalam kasus ini ummat terpecah dalam tiga kelompok, yakni kelompok Anshor, kelompok Muhajirin dan kelompok Bani Hasyim yang saling berebut pengaruh untuk mendapatkan posisi kepemimpinan tertinggi di pusat kekuasaan Islam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan pendapat dalam tradisi Islam lebih disebabkan oleh hilangnya tokoh sentral dan ideal seperti Nabi Muhammad SAW yang mampu mengayomi dan menyatukan setiap perbedaan pendapat yang muncul di kalangan sahabat. Sepeninggal beliau umat Islam mempelajari dan mengkaji dua warisan monumental beliau -yakni al Qur’an dan al hadis- dalam rangka menjawab setiap persoalan fiqhiyyah dan furu’iyyah yang muncul. Oleh karena tingkat kecerdasan dan metode / manhaj istibanthiyah para ulama sangat beragam, maka kondisi seperti ini memicu bagi tumbuhnya perbedaan pendapat di antara mereka. Masing-masing imam mazhab memperkenalkan cara/metode tertentu di dalam memahami maksud nash –al Qur’an dan al Hadis- sehingga hal itu berdampak pula pada beragamnya hasil ijtihad yang sekaligus memperlebar jurang perbedaan pendapat di kalangan ummat Islam ( Zahrah, Tt : 17-18 ).

Dalam rangka memahami dan mengurai akar permasalahan terjadinya ikhtilaf atau perbedaan pendapat di kalangan ulama ataupun masyarakat secara umum, ada beberapa teori atau pendapat yang bisa memperjelas fenomena ikhtilaf itu. Teori yang digunakan dalam kajian ini meminjam beberapa teori–teori sosial yang telah berurat akar dalam tradisi pemikiran bidang ilmu sosial. Dengan asumsi bahwa ilmu-ilmu keislaman ( terutama ilmu hukum Islam / ilmu al Fiqh ) sesungguhnya masuk ke dalam ranah atau domain ilmu-ilmu sosial, sehingga pendekatan-pendekatan dan teori-teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang muncul bisa menggunakan teori-teori sosial yang telah menjadi teori yang baku ( Grand Theory). Di antaranya adalah teori-teori yang digagas oleh Immanuel Kant, Francis Bacon dan Aliran Filsafat Shopism ( Humanisme ) yang disuarakan oleh para filsuf Neo Hellenisme.

Penggunaan teori-teori sosial ini, sejatinya adalah upaya ikhtiar dalam rangka menelisik dan mengurai akar perbedaan pendapat yang begitu kuat mentradisi dalam sejarah pemikiran hukum Islam. Sekalipun tidak tuntas dalam mendiagnosa persoalan khilafiyah ini, namun diharapkan sedikit banyak kajian ini bisa mengurai dan meretas kabut gelap yang menyelimuti fenomena ikhtilah yang sudah berusia ratusan tahun ini.
Adapun yang pertama adalah sebuah teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant, beliau menegaskan bahwa keseluruhan jenis pemikiran manusia dapat dikategorikan dalam dua macam tingkat, yakni pengetahuan yang berupa Noumena dan pengetahuan yang beliau sebut sebagai Fenomena. Pengetahuan Noumena adalah hakikat dari wujud, being, substansi atau jauhar dari obyek pemikiran manusia. Sementara Fenomena adalah kesan atau tangkapan inderawi terhadap suatu obyek pengetahuan. Filsuf Plato menyebut realitas yang dihasilkan oleh indrawi itu dengan ungkapan Penampakan ( Appearance ).

Dalam menyusun dasar filsafatnya Immanuel Kant beranggapan bahwa manusia tidak akan mampu memahami sebuah oyek pemikiran dengan suatu kebenaran yang “tunggal dan absolut”. Hasil pemikiran manusia bersifat terbatas dan relatif, maksudnya obyek pemikiran manusia itu terbatas pada hal-hal yang bersifat empiris sesuai dengan cara manusia mengalaminya. Obyek yang tampak dan kelihatan dalam segala bentuk dan dimensinya itu sebenarnya hanya berupa Phenomena ( penampakan ) belaka, bagaimana sesungguhnya obyek pemikiran itu, manusia tidak akan pernah bisa mengetahuinya. Noumena ( Jauhar ) atau dalam istilah Kant dia sebut sebagai Thing-in-itself adalah hakikat kebenaran yang tunggal dan mungkin saja ia dapat dijadikan sebagai obyek pemikiran, akan tetapi ia berada di luar penginderaan. Fenomena adalah eksistensi inderawi dan menjadi obyek pengalaman dan obyek intuisi inderawi. Ia bukan sesuatu yang berada di dalam dirinya sendiri. Fenomena itu berupa materi dan ada dalam realitas inderawi. Semua pengetahuan manusia diperoleh melalui indra dan pemahaman ( Sense and Understanding ). Secara lebih filosofis dapat dijelaskan di sini, bahwa proses pemikiran manusia pertama berawal dari Sense yang selanjutnya menyerahkan dan mengantarkan obyek pengetahuan itu pada arus pemikiran manusia, adapun yang kedua, yakni ( Understanding ) memberikan arti, putusan dan simpulan pada pemikiran.

Tanpa adanya kemampuan yang dimiliki oleh “inderawi”, maka tidak akan ada obyek yang bisa diberikan kepada otak dan sebaliknya tanpa adanya aspek “pemahaman” ( Understanding ) maka tidak akan ada obyek yang dipikirkan. Pemikiran tanpa isi adalah kosong dan intuisi (indra) tanpa konsepsi (pemahaman) adalah buta. Pengetahuan haruslah sesuai dengan obyek atau dengan kata lain pengetahuan haruslah obyektif ( Kant, 1997:57-58). Tatkala obyek pemikiran di indera ia telah diubah oleh penerimaan manusia melalui indra dan pemikiran. Keutuhan obyek yang ditangkap manusia itu diperoleh dengan daya struktur mental yang inheren , melalui sensasi terus ke persepsi lalu ke konsepsi/idea. Hasilnya adalah idea tentang obyek itu. Masih menurut Kant, sains dan akal tidak akan mampu memahami Noumena ( Jauhar ).
Demikian juga sains dan akal juga tidak akan mampu mengetahui hakikat agama. Agama tidak bisa diketahui dan dibuktikan kebenarannya dengan sains dan akal. ( Tafsir, 2000:164-165)

Berdasarkan proposisi yang diuraikan oleh Kant, maka semakin jelas bahwa daya pikir manusia tidak akan pernah bisa mengetahui realitas yang sesungguhnya dari seluruh obyek pengetahuan yang telah difikirkan oleh manusia selama-lamanya. Manusia sepanjang hayatnya tidak akan bisa mengetahui hakikat benda atau obyek pemikiran kecuali yang dia ketahui itu hanyalah kesan atau ungkapan inderanya atas benda atau obyek pemikiran pemikiran itu. Hakikat, jauhar dari benda atau atau obyek pemikiran itu tetap diliputi misteri karena ia tidak bisa dikenali, diamati dan difikirkan oleh indra maupun akal. Secara lebih radikal kelompok sophis dalam tradisi pemikiran Yunani beranggapan bahwa kebenaran yang obyektif itu tidak ada. Seandainya ada, kebenaran itu tidak dapat dikenali. Sekalipun kemudian kebenaran itu dapat dikenali, maka pengetahuan tentang kebenaran itu tidak dapat disampaikan kepada orang lain ( Hadiwijono, 1995:34 ). Oleh karena itu kebenaran itu bersifat relatif karena manusia adalah ukuran bagi kebenaran (Tafsir, 2003:51 ) hanya bagian luar , sesuatu yang bersifat dhahiriyah belaka, pengetahuan yang berhasil diketahui oleh pemikiran manusia.

Oleh karenanya seluruh pengetahuan manusia baik pada masa lalu , sekarang maupun yang akan datang, dalam pandangan filsafat Kantianisme, bersifat relatif dan sementara. Kebenaran ilmu pengetahuan tidak bersifat tunggal , absolut dan universal. Hal yang demikian ini disebabkan oleh karena sifat dari pengetahuan yang dicapai oleh manusia hanya berlandaskan pada pantulan atau tangkapan sensasi indra yang kemudian disalurkan pada tahap persepsi dan akhirnya berpuncak pada wujud konsep / ide manusia tentang sesuatu. Kepekaan sensasi indra dan kemampuan dalam menyimpulkan konsep itu jelas tidak akan pernah sama atau pasti dimiliki oleh semua manusia. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa setiap orang memiliki bakat untuk senantiasa berbeda pendapat antara yang satu dengan yang lainnya.

Menilik penjelasan yang digagas oleh Kant dapat disimpulkan bahwa, manusia secara alamiah tidak akan pernah bisa menghampiri kebenaran an-sich. Nilai kebenaran yang selama ini dianggap benar oleh Imam Mazhab atau pengikutnya dalam tradisi pemikiran fiqh misalnya, sebenarnya hanyalah ‘kebenaran semu’. Kebenaran yang tidak sebenar-benarnya sesuai dengan hakikat kebenaran, karena manusia memahami kebenaran hanya sampai pada tingkat ‘Fenomena’ dan bukannya pemikiran ulama itu sudah mencapai pada tingkat ‘Noumena’. Sehingga sangat alamiyah sekali bila kesimpulan hukum yang disusun oleh imam mazhab saling berbeda dan bahkan bertolak belakang, karena seperti yang ditegaskan oleh Kant sebelumnya bahwa manusia tidak akan pernah mencapai kebenaran hakiki. Andaikan terdapat kesamaan pendapat / kalimatun sawa / mufakat antar imam mazhab, tidak lantas hal itu dijadikan sebagai justifikasi bahwa ulama sudah mencapai kebenaran yang sesungguhnya. Kesepakatan mereka itu dalam perspektif Kantianisme, hanyalah kebenaran semu dan sementara, sebatas indra mampu menangkap sensasi yang dipancarkan oleh obyek pemikiran ulama itu. Sehingga menjadi sebuah ‘Keniscayaan’ bila di kalangan umat manusia -khsususnya ummat Islam- terdapat perbedaan pendapat yang tidak berkesudahan, semenjak zaman dahulu hingga sekarang.

Daftar Rujukan

1. A. Khozin Afandi, Filsafat Ilmu dan Beberapa Pokok Ajaran Fenomenologi, Malang: al Farabi, 1997
2. Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, Bandung: remaja Rosda Karya, 2000
3. Harun Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat Barat I, Yogyakarta: Kanisius:1995, Cet. 23
4. Ajjaj al Khatib, Ushul al Hadis, Beirut: Dar al Fikr, 1989
5. Craib, Teori-teori Sosial Modern : Dari Person sampai Habermas, Jakarta : PT Rajawali, 1986
6. Dragan Milovanovic, A Primer in The Sociology of Law, New York:Harrow & Heston Publisher, Tt, Edisi II
7. http://fisip.uns.ac.id/blog/purwitososiologi/2011/06/13/solidaritas-mekanis-dan-solidaritas-organis-emile-durkheim/
8. http://blog.ub.ac.id/noermalasari/2012/03/13/teori-ilmu-sosial-2/
9. (http://warkoplalar.blogspot.com/2011/05/perbedaan-itu-rahmat.html )

470 komentar

«Oldest   ‹Older   1 – 200 of 470   Newer›   Newest»
  1. kalau memang banyak perbedaan ikhtilaf para ulama..lantas kita harus anut yang mana baiknya????

     
  2. postingan yang sangat bermanfaat ne, izin Copas ea sob. semoga sukses.

     
  3. sangat bermanfaat. semoga sukses dan tetap berkarya.

     
  4. kunjungan sob ..
    mau bagi-bagi kalimat motivasi sob ..
    "saya belajar menggunakan kata 'tidak mungkin' dengan sangat hati-hati."
    kunjungan balik ya sob .. :)

     
  5. saya berharap perbedaan itu tidak membuat umat ini makin terpecah dan jauh dari ikatatan persaudaraan. Telah lama umat ini membuang energi dalam perpecahan..

     
  6. sob.... kunjungan lagi

     
  7. informasi yg snagt menarik gan.....

     
  8. duh hebat banget niyh anak2 unisma
    artikelnya dalem banget

     
  9. info yang sangat bermanfaat..
    pembahasannya sangat mendalam..
    thanks

     
  10. gamis murah Says:
  11. hati-hati kalau ada yg bilang perbedaan itu adalah rahmat...bukan hadist lo itu...ntar jadi seneng berdebat gara2 "hadis" itu...hehehehe

     
  12. salam kenal...artikel sangat bermanfaat..sukses gan

     
  13. Perbedaan pendapat harus disikapi dengan dewasa ;0

     
  14. gua punya Says:
  15. happy blogging

     
  16. Nice article, kita damai saja dalam keragaman

     
  17. Kalau manusia mau menekankan pada perbedaan, maka setiap orang pasti punya perbedaan dengan yang lainnya.

     
  18. hidup damai lebih damai,lebih indah lebih baik.
    jangan pandang perbedaan sebagai masalah hidup.

     
  19. Trica Jus Says:
  20. berbagi Kata Kata Motivasi
    Senyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah, lupakan takutmu. Sakit yg kamu rasa, tak setara dengan bahagia yg akan kamu dapat.
    Air mata tak selalu menunjukkan kesedihan, terkadang karena kita tertawa bahagia bersama sahabat terbaik kita.

    semoga bermanfaat :D

     
  21. dengan banyaknya perbedaan pendapat, akan memperkaya khasanah pemikiran kit

    wilujeng ngeblog

     
  22. manstab sob...

     
  23. artikelnya dalem banget

     
  24. jangan pandang perbedaan sebagai masalah

     
  25. jadikan perbedaan itu indah , untuk menyatukan umat ..
    nice post gan .

     
  26. ada perbedaan ada pula persamaan dan kita harus bisa menerima itu dengan sewajarnya, peace...

     
  27. nice post .. bisa jadi bahan renungan buat kita semua!!!

     
  28. infomasi yang sangat bermanfa'at.

     
  29. boleh berbeda tpi tetap kita harus satu tujuan......

     
  30. betul gan buat renungan negara kita yang selalu beda pendapat...

     
  31. berbeda boleh tpi jangan sampai menimbulkan kekerasan.

     
  32. Mantab.... Artikel ini sangat membantu saya.. Terimakasih atas waktu yang anda luangkan untuk menulis artikel ini :D

     
  33. Blog walking mbak.. jangan lupa mampir ke blog saya ya :D

     
  34. wah infonya bagus sekali..
    sangat bermanfaat & lengkap banget..
    makasih ya :)
    salam kenal ya :)
    namaku : Ryuzaki


    #Happy Bloging

     
  35. hamid Says:
  36. khilafiyah dengan dasar mahzab yang mashur adalah rahmat

     
  37. tik tok Says:
  38. Perbadaan tidak harus membuat kita terpecah tp perbedaan membuat kita semakin kuat.
    makasih telah berbagi info yg bermanfaat ini.

     
  39. artikel yang bagus , , ,
    semoga bermanfaat , , , ????

     
  40. terimakasih dan sukses selalu , , , ????

     
  41. terlalu panjang gan artikelnya

     
  42. perbedaan pendapat adalah hal yang umum namun kebenaran tetap satu harus berdasarkan ilmu

     
  43. SituSaja Says:
  44. sangat panjang dan detaill..bagus bagus..semangat anda keep posting..salam sahabat

     
  45. mantapp om...perbedaan jangan menjadikan perpecahan...justru dg adanya perbedaan dunia ini menjadi lebih berwarna :)

     
  46. duh hebat banget niyh anak2 unisma
    artikelnya dalem banget

     
  47. artikel nya bgus bgt gan .. :)

     
  48. assalamualaikum waah bagus sekali nih pembahasanya .syukron

     
  49. perbedaan itu wajar,

     
  50. good artikel gan ... :)

     
  51. mantap nie artikel nya sangat bagus dan sangat menarik nie gan,,,,,,,

     
  52. dengan banyaknya perbedaan pendapat, akan memperkaya khasanah pemikiran

     
  53. Nice article, kita damai saja dalam keragaman

     
  54. mantapp om...perbedaan jangan menjadikan perpecahan...j

     
  55. informasi yg snagt menarik

     
  56. salam kenal...artikel sangat bermanfaat..sukses gan

     
  57. berbeda boleh tpi jangan sampai menimbulkan kekerasan.

     
  58. jadikan perbedaan itu indah , untuk menyatukan umat ..
    nice post gan .

     
  59. obat lupus Says:
  60. postingan yang sangat bermanfaat ne,

     
  61. happy blogging

     
  62. agro Says:
  63. banyak banget postingannya. bingung mau mbacanya kurang simpel ni.

     
  64. salam kenal sob

     
  65. Obat Migrain Says:
  66. infonya sangat bermanfaat

    salam kenal aja :)

     
  67. menarik sekali gan infonya :D

     
  68. artikel yg menginfirasi sekali gan :D

     
  69. artikel yg bisa menjadi renungan bagi kita semua :)

     
  70. nice post,,,,,,,, smoga semkain sukses

     
  71. jangan karena adanya perbedaan di antara kita menimbulkan permusuhan.

     
  72. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  73. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  74. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  75. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  76. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  77. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  78. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  79. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  80. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  81. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  82. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  83. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  84. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  85. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  86. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  87. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  88. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  89. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  90. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  91. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  92. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  93. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  94. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  95. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  96. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  97. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  98. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  99. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  100. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  101. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  102. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  103. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  104. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  105. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  106. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  107. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  108. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  109. trimakasih atas informasinya.... ^_^

     
  110. yang penting kalau diantara kita ada perbedaan jangan di ikutin dengan emosi.

     
  111. informasi yg sangat menarik utk disimak

     
  112. ikut menyimak aja gan

     
  113. info yang di sajikan unisma memang sangat bermanfaat sekali.. terimakasih

     
  114. mksih infonya ya gan ..

     
  115. salams ehat

     
  116. infonya bgus gan .. mksih ,, :)

     
  117. mksih infonya gan .. :)

     
  118. salam sehat

     
  119. mksih infonya gan ..

     
  120. khtilaf menurut bahasa adalah perbedaan faham / pendapat yang akar istilah ini sejatinya berasal dari bahasa arab. Pada mulanya asal katanya adalah Khalafa, Yakhlifu, Khilafan yang maknanya lebih umum daripada al dhiddu, sebab setiap yang berlawanan : al dhiddain pasti akan saling bertentangan/mukhtalifan . Menurut istilah, Ihktilaf adalah perbedaan pendapat antara dua orang atau lebih terhadap suatu obyek ( masalah ) tertentu, baik berlainan itu dalam bentuk tidak sama, ataupun bertentangan secara diametral. Adapun yang dimaksud dengan al ikhtilaf dalam tradisi pemikiran fiqhiyyah adalah tidak samanya atau bertentangannya penilaian (ketentuan) hukum terhadap suatu obyek hukum.

     
  121. edua: Khilaf Tanawu’ (Yaitu perbedaan yang sumbernya adalah keragaman pengamalan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam): misal, perbedaan bacaan doa iftitah, bacaan dzikir ketika sujud, dan bacaan duduk diantara dua sujud. Dalam masalah doa iftitah misalnya, ummat Islam menjumpai di dalam kitab-kitab fikih terjadi perbedaan. Syafi’iyah memilih doa iftitah dengan lafadz: Wajjahtu wajhiya lilladzi fathorossamawati wal Ardh, Hanafiyah memilih lafadz: Subhanakallahumma wabihamdika watabarokasmuka wa ta’ala jadduka wa laa ilaaha ghoiruka, sementara Hanabilah: Allahumma ba’id baini. Dalam tulisan ini tidak dibedakan antara ikhtilaf jenis Tadhod ataukah jenis Tanawu’ karena sejatinya kedua jenis ikhtilaf itu telah ada di dalam kehidupan kaum muslim di seluruh dunia.

     
  122. edua: Khilaf Tanawu’ (Yaitu perbedaan yang sumbernya adalah keragaman pengamalan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam): misal, perbedaan bacaan doa iftitah, bacaan dzikir ketika sujud, dan bacaan duduk diantara dua sujud. Dalam masalah doa iftitah misalnya, ummat Islam menjumpai di dalam kitab-kitab fikih terjadi perbedaan. Syafi’iyah memilih doa iftitah dengan lafadz: Wajjahtu wajhiya lilladzi fathorossamawati wal Ardh, Hanafiyah memilih lafadz: Subhanakallahumma wabihamdika watabarokasmuka wa ta’ala jadduka wa laa ilaaha ghoiruka, sementara Hanabilah: Allahumma ba’id baini. Dalam tulisan ini tidak dibedakan antara ikhtilaf jenis Tadhod ataukah jenis Tanawu’ karena sejatinya kedua jenis ikhtilaf itu telah ada di dalam kehidupan kaum muslim di seluruh dunia.

     
  123. obat jerawat Says:
  124. Dalam kasus ini ummat terpecah dalam tiga kelompok, yakni kelompok Anshor, kelompok Muhajirin dan kelompok Bani Hasyim yang saling berebut pengaruh untuk mendapatkan posisi kepemimpinan tertinggi di pusat kekuasaan Islam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan pendapat dalam tradisi Islam lebih disebabkan oleh hilangnya tokoh sentral dan ideal seperti Nabi Muhammad SAW yang mampu mengayomi dan menyatukan setiap perbedaan pendapat yang muncul di kalangan sahabat. Sepeninggal beliau umat Islam mempelajari dan mengkaji dua warisan monumental beliau -yakni al Qur’an dan al hadis- dalam rangka menjawab setiap persoalan fiqhiyyah dan furu’iyyah yang muncul. Oleh karena tingkat kecerdasan dan metode / manhaj istibanthiyah para ulama sangat beragam, maka kondisi seperti ini memicu bagi tumbuhnya perbedaan pendapat di antara mereka. Masing-masing imam mazhab memperkenalkan cara/metode tertentu di dalam memahami maksud nash –al Qur’an dan al Hadis- sehingga hal itu berdampak pula pada beragamnya hasil ijtihad yang sekaligus memperlebar jurang perbedaan pendapat di kalangan ummat Islam ( Zahrah, Tt : 17-18 ).

     
  125. Oleh karenanya seluruh pengetahuan manusia baik pada masa lalu , sekarang maupun yang akan datang, dalam pandangan filsafat Kantianisme, bersifat relatif dan sementara. Kebenaran ilmu pengetahuan tidak bersifat tunggal , absolut dan universal. Hal yang demikian ini disebabkan oleh karena sifat dari pengetahuan yang dicapai oleh manusia hanya berlandaskan pada pantulan atau tangkapan sensasi indra yang kemudian disalurkan pada tahap persepsi dan akhirnya berpuncak pada wujud konsep / ide manusia tentang sesuatu. Kepekaan sensasi indra dan kemampuan dalam menyimpulkan konsep itu jelas tidak akan pernah sama atau pasti dimiliki oleh semua manusia. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa setiap orang memiliki bakat untuk senantiasa berbeda pendapat antara yang satu dengan yang lainnya.

     
  126. makasih banget yah,, and selamat buat unisma semoga makin terdepan

     
  127. mksih gan infonya :)

     
  128. Thanks for share informations !

     
  129. Thanks for share informations !

     
  130. Thanks for share informations !

     
  131. Thanks for share informations !

     
  132. Thanks for share informations !

     
  133. Thanks for share informations !

     
  134. Thanks for share informations !

     
  135. Thanks for share informations !

     
  136. Thanks for share informations !

     
  137. Thanks for share informations !

     
  138. Thanks for share informations !

     
  139. Thanks for share informations !

     
  140. Thanks for share informations !

     
  141. Thanks for share informations !

     
  142. Thanks for share informations !

     
  143. Thanks for share informations !

     
  144. Thanks for share informations !

     
  145. Thanks for share informations !

     
  146. Thanks for share informations !

     
  147. Thanks for share informations !

     
  148. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  149. Thanks for share informations !

     
  150. Thanks for share informations !

     
  151. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  152. Thanks for share informations !

     
  153. Thanks for share informations !

     
  154. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  155. Thanks for share informations !

     
  156. Thanks for share informations !

     
  157. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  158. Thanks for share informations !

     
  159. Thanks for share informations !

     
  160. Thanks for share informations !

     
  161. Thanks for share informations !

     
  162. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  163. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  164. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  165. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  166. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  167. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  168. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  169. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  170. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  171. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  172. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  173. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  174. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  175. Trimakasih yaaa info nya .. :):)

     
  176. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  177. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  178. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  179. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  180. terimakasih atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
    semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

     
  181. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  182. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  183. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  184. Trimakasih info nya .. :):)

     
  185. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  186. Trimakasih info nya .. :):)

     
  187. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  188. Trimakasih info nya .. :):)

     
  189. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  190. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  191. Trimakasih info nya .. :):)

     
  192. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  193. Trimakasih info nya .. :):)

     
  194. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  195. Trimakasih info nya .. :):)

     
  196. Trimakasih info nya .. :):)

     
  197. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  198. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  199. Trimakasih info nya .. :):)

     
  200. Trimakasih info nya .. :):)

     
  201. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  202. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  203. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  204. mukena dubai Says:
  205. menarik untuk di simak,
    keep blogging gan.

     
  206. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  207. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  208. Trimakasih info nya .. :):)

     
  209. Trimakasih info nya .. :):)

     
  210. hi,ogenki desuka. :))
    arigatoo gozaimasu.

     
  211. Trimakasih info nya .. :):)

     
«Oldest ‹Older   1 – 200 of 470   Newer› Newest»

Post a Comment

Terimakasih atas komentar dan kunjungannya, salam manis buat sobat semua

There was an error in this gadget

Translator



English French German Spain Dutch Arabic

Recent Post

DAFTAR ISI BLOG

1.Blog Sejenis
2.Line Website UNISMA
3.Jam’ul Qur’an
4.Hadis Pra Modifikasi
5.Kampus Pusat Budaya
6.Qawaidul Fiqhiyyah
7.Sarjana Pengangguran
8.Penyimpangan dalam Penafsiran al Qur’an
9.Implementasi Ilmu Islam dalam Peguruan Tinggi Islam
10.Pemikiran Ibn Miskawaih Dlm Pendidikan
11.Otentisitas Hadis versi Orientalis
12.Maqashid al Tasyri’
13.Sejarah Peradilan Islam
14.Mengais Kembali Konsep Turats
15.Sufi Martir Ain Qudhat
16.Tema Pokok al Qur’an
17.Metodologi Penelitian
18.Nilai Maslahat dan HAM dalam Maqashid al Tasyri’
19.Pembaharuan Kurikulum Dasar Menengah
20.Pemikiran al Mawardi
21.Tasawwuf al Falsafi
22.Profil Dosen FAI UNISMA
23.Download Bahan Kuliah
24.Ikhtilaf al Hadis Part. I
25.Ikhtilaf al Hadis Part. II
26.Filsafat Ibn Rusyd
27.Inkar as Sunnah I
28.IInkar as Sunnah Part. II
29.Beasiswa Kuliah Gratis
30.Download MAteri Perkuliahan
31.Uji Timbang Blog
32.Award Pertama Buat FAI
33.Hakikat Manusia : Sebuah Renungan
34.Award oh Award
35.Pengumuman Mengikuti Beasiswa
36. Blog-ku Istana-ku
37.Kuliah Umum di FAI Unisma
38. Info LAnjutan Beasiswa
39. Dukungan Untuk Sang Guru
40. Zikir Akbar di Unisma
41.Ujian Seleksi Kuliah Beasiswa
42. Habil dan Qabil di Era Global
43. Suasana Ujian Seleksi Beasiswa
44. Mengapa aku harus memilih?
45.Pengumuman Hasil Ujian
46. award Dari Sobat Blogger
47. Psikotest Mahasiwa Beasiswa
48. Award Maning
49.Award Blogging 4 Earth
50. Pengumuman Hasil Ujian
51.Award Motivasi & Perilaku
52. Sistem Pembekalan Akademik
53. Award Tiad aPernah Berakhir
54. Light Up The Noght
55.Cap Jempol Darah
56.Awardmu-Awardku-AwardKita
57.Anti Mati Gaya Open Minded
58.Award Is Never Die
59.KEM tingkat Nasional
60.Pengumuman Kuliah Umum
61.Virus Malas Ngeblog
62.Pengumuman Hasil Seleksi Ujian
63. Prote Hasil Pilpres
64. Ramadhan Itu Datang Lagi
65.Orientasi Pendidikan MABA UNISMA
66.Download PPT HAM dan Gender
67.Gus Dur:Sang Guru Bangsa
68.Gerakan Fundamentalisme Islam
69.Download E-Book
70.FAI UNISMA
71.Umar Ibn al Khaththab
72.Beasiswa Kuliah Prodi PGMI
73.Ikhtilaf al Hadis Part. II
74.Gelar Doa sivitas FAI UNISMA
75.Pengumuman Pelaksanaan Tes Ujian Prodi PGMI
76.Pengumuman Hasil Tes Ujian Prodi PGMI
77.Beasiswa S2 Prodi Hukum Islam PPS UNISMA
78.Selamat Jalan Akhi
79.Pesta Demokrasi
80.Ordik MABA UNISMA
81.Islam Rahmat Lil Alamin
82.Beasiswa Bagi Guru PAI di Kemendiknas
83.Hasil Akreditasi PGMI
84.Rekonstruksi Kurikulum FAI UNISMA
85.Beasiswa Perkuliahan Prodi PAI
86. Ketentuan Lomba Lustrum
87. Pengumuman Hasil Psikotes
88. Beasiswa Untuk Guru PAI
89. Islam dan Ilmu Pengetahuan
90. Pengumuman Kelulusan Penerima Beasiswa
91. Pengumuman Hasil Seleksi Ujian Tulis
92. Maqamat dan Ahwal al Sufiyah
93. Ikhtilah Ulama