Dosen FAI UNISMA Jadi Pembicara dalam International Seminar tentang Pendidikan Islam di Era Artificial Intelligence
Malang – Pulau Pinang, Malaysia. Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (FAI UNISMA) kembali memperkuat kiprah akademiknya di tingkat internasional. Dua dosen FAI UNISMA dipercaya menjadi pembicara dalam International Seminar yang mengangkat tema “Advancing Islamic Education in the Era of Artificial Intelligence: Opportunities, Challenges, and Innovations for the Future of Education”.
Seminar internasional tersebut dilaksanakan pada 11 September 2026 bertempat di Global Classroom ISDEV, Universiti Sains Malaysia (USM), Pulau Pinang, Malaysia. Kegiatan ini menjadi forum akademik yang mempertemukan gagasan dan perspektif mengenai masa depan pendidikan Islam di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dua akademisi FAI UNISMA yang tampil sebagai pembicara dalam forum tersebut adalah Dr. Dwi Fitri Wiyono, M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Wakil Dekan III FAI UNISMA, dan Dr. Bagus Cahyanto, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sekaligus Sekretaris Program Studi PAI FAI UNISMA.
Keduanya bergabung dengan akademisi lainnya, yakni Dr. Muhammad Talhah Ajmain@Jima'in, dalam membahas berbagai isu strategis mengenai perkembangan pendidikan Islam di tengah transformasi teknologi dan perubahan karakteristik pembelajaran.
Membahas Transformasi Pendidikan di Era AI
Transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perubahan. Kompetensi pedagogik, kemampuan memahami keberagaman peserta didik, serta kemampuan mengelola pembelajaran secara inovatif menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sementara itu, Dr. Bagus Cahyanto menyampaikan materi dengan tema “Differentiated Instruction: Embracing Learner Diversity and Transforming Learning in the Era of Disruption”.
Tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, terutama terkait keberagaman karakteristik, kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar peserta didik. Pendekatan Differentiated Instruction menawarkan perspektif bahwa proses pembelajaran perlu dirancang secara adaptif agar mampu memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan keragaman peserta didik.
Dalam konteks perkembangan AI, transformasi pembelajaran juga membuka peluang untuk menghadirkan proses pendidikan yang semakin personal, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan individu peserta didik. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap membutuhkan peran strategis pendidik sebagai pengarah, fasilitator, sekaligus penjaga nilai-nilai pendidikan.
Pendidikan Islam Menghadapi Peluang dan Tantangan AI
Namun demikian, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan yang tidak sederhana. Pendidikan Islam dituntut untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa pemanfaatannya tetap berpijak pada nilai, etika, karakter, dan tujuan pendidikan Islam.
Karena itu, diskusi dalam seminar menjadi penting untuk mempertemukan perspektif teknologi, pedagogi, manajemen pendidikan, dan nilai-nilai Islam dalam merumuskan arah pendidikan yang lebih relevan bagi generasi mendatang.
Memperkuat Internasionalisasi FAI UNISMA
Keikutsertaan dua dosen FAI UNISMA sebagai pembicara dalam seminar internasional di Universiti Sains Malaysia menjadi bagian penting dari upaya fakultas dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan rekognisi dosen.
Bagi FAI UNISMA, forum internasional seperti ini bukan sekadar menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil pemikiran akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun academic networking, pertukaran gagasan, dan peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi serta akademisi dari berbagai negara.
Kehadiran Dr. Dwi Fitri Wiyono dan Dr. Bagus Cahyanto dalam forum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dosen FAI UNISMA memiliki ruang untuk berkontribusi dalam diskursus global mengenai masa depan pendidikan, khususnya pendidikan Islam.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen FAI UNISMA untuk terus mendorong dosen dan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi akademik di tingkat nasional, tetapi juga mampu berinteraksi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi dalam lingkungan akademik internasional.
Dari Malaysia untuk Masa Depan Pendidikan Islam
International Seminar di Global Classroom ISDEV USM tersebut pada akhirnya menjadi ruang reflektif bagi para akademisi untuk melihat kembali posisi pendidikan Islam di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
AI bukan semata-mata persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut bagaimana manusia, khususnya pendidik dan lembaga pendidikan, mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan Islam, perkembangan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi pembelajaran tanpa kehilangan dimensi nilai, moral, spiritual, dan kemanusiaan.
Partisipasi aktif dosen FAI UNISMA dalam forum internasional di Malaysia diharapkan semakin memperkuat tradisi akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Dari ruang akademik di Pulau Pinang, gagasan tentang masa depan pendidikan Islam terus dikembangkan: memanfaatkan kecerdasan buatan, tanpa kehilangan kecerdasan moral dan nilai kemanusiaan.


.jpeg)

Comments
Post a Comment