FAI UNISMA Gelar Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE melalui Integrasi Case Method dan Project Based Learning
Malang – Fakultas Agama Islam
Universitas Islam Malang (FAI UNISMA) menyelenggarakan Workshop Penyusunan
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) yang
mengintegrasikan Case Method dan Project Based Learning pada Rabu, 2 September
2026. Kegiatan ini digagas sebagai langkah nyata untuk memperkuat mutu
pembelajaran sekaligus mendorong penerapan kurikulum yang berorientasi pada
capaian pembelajaran di lingkungan fakultas.
Diikuti oleh dosen-dosen FAI UNISMA, workshop ini menghadirkan Nara sumber Ibu Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd, Ph.D, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (PKP) LPPP UM. Narasumber menegaskan bahwa workshop ini menjadi wadah penting untuk mempertajam pemahaman dan kemampuan dosen dalam menyusun RPS yang sejalan dengan prinsip OBE. Peserta tidak hanya diajak menyusun perangkat pembelajaran secara administratif, melainkan juga didorong untuk memastikan keterhubungan yang utuh antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), sub-CPMK, materi ajar, metode pengajaran, hingga sistem penilaian.
Prinsip dasar
OBE menjadikan capaian belajar mahasiswa sebagai fokus utama dalam proses
pendidikan. Karena itu, RPS harus disusun secara sistematis agar setiap
kegiatan pembelajaran dan penilaian benar-benar mendukung tercapainya
kompetensi yang telah ditetapkan program studi.
Selain itu,
workshop juga membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai penerapan
Case Method dan Project Based Learning (PjBL) sebagai strategi pembelajaran
yang berpusat pada mahasiswa. Case Method melatih mahasiswa menganalisis kasus
nyata, merumuskan masalah, membangun argumen, dan mengambil keputusan berbasis
teori yang dipelajari. Sementara PjBL memberi ruang bagi mahasiswa untuk
belajar melalui penyelesaian proyek secara bertahap, guna mengasah kemampuan
berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemampuan memecahkan
masalah dan menghasilkan karya yang relevan dengan bidang ilmunya.
Dengan
mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut, RPS diharapkan bukan sekadar
dokumen administratif, melainkan instrumen yang mengarahkan proses pembelajaran
menuju capaian yang terukur. Workshop ini juga menegaskan pentingnya
keselarasan antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, metode, pengalaman belajar, dan
asesmen, sehingga setiap aktivitas dalam RPS terhubung jelas dengan kompetensi
yang ingin dicapai mahasiswa.
Lebih dari
sekadar peningkatan kapasitas dosen, kegiatan ini mencerminkan komitmen FAI
UNISMA dalam memperkuat budaya mutu akademik. Penyusunan RPS berbasis OBE
diharapkan mendorong proses pembelajaran yang lebih terarah, terukur,
kontekstual, dan berfokus pada capaian mahasiswa, sekaligus menjawab tuntutan
dunia kerja, perkembangan iptek, dan kompetensi abad ke-21.
Ke depan,
hasil workshop akan ditindaklanjuti melalui penyempurnaan RPS tiap mata kuliah
agar penerapan OBE benar-benar menjadi pendekatan yang membangun pengalaman
belajar bermakna, bukan sekadar pemenuhan dokumen akademik.
Comments
Post a Comment