Jurnal Ilmiah

Panduan SOS

Prog. SOS FAI

Prog. SOS FAI
Sistem Informasi Akademik Mahasiswa FAI Berbasis Online

Popular Posts

Followers

CELEBRITY

Tamu-nya FAI



Lorong itu begitu sepi, sunyi.....terasa tiada gerak, tidak jatuhnya sebutir debupun yang terlihat
Tubuh ringkih itu bergetar, menggigil kedinginan, merayap bersandar pada dinding yang lembab…
Hening, lengang, kosong, hampa…
Yang terdengar hanya jerit jengkerik yang ketakutan
Jauuuhhh di sebuah sudut kegelapan yang dingin…
Seketika itu beribu tanya menghampiri diri, menyusup ke dalam aliran darah, berebut, berdesakan meragukan hati…
Mengapa manusia berkesendirian di ruang yang gelap ini..?? entahlah..!


Dibalik kelopak bunga yang mulai layu dan pucat
Aku menyandarkan harapan..adakah di puncak kegelapan malam ini engkau masih meneteskan sepercik embun pagimu..?? Setitik noktah putihmu memudarkan hitam kelam malam ini sahabat…...


Untuk Seorang Sahabat......Thanks semoga engkau menyadari...


31 komentar

  1. Zhys Says:
  2. jalan2 ke blog aq jga y????

     
  3. Kesunyian
    rasa kesendirian
    kehampaan, kegalauan, keraguan!
    ialah cendawan akal
    benalu hawa sufly
    nurani suci rasakan
    kedekatan
    tak perlu bukti
    kenali cahaya malam
    biarpun bintang gemintang
    bulan yang pucat
    menutup wajah di tirai malu
    oleh perbawa
    cahaya atas cahaya
    ---
    Dear: moonlitedancer
    From: nur layla
    Date: 26 Juni 2009

     
  4. ina Says:
  5. bagus bangetz,....


    keren,....

     
  6. Desti Says:
  7. waaah,,,baguss...
    keep writing ya...!
    have a nice day!

     
  8. WINARDI Says:
  9. percayalah jika esok masih ada,niscaya embun pagi akan menghampirimu..

     
  10. Yudie Says:
  11. menyentuh... keren mbak Fia.

    oh ya mbak.. aku award untuk mbak Fia...diambil yaaa..

     
  12. lewat kelopak daun mungkin Tuhan tersenyum melihatmu menggigil kedinginan tanpa tetes air mata di pipi.

     
  13. ibnukus Says:
  14. bunga itu akan segar kembali manakala datang kumbang tuk berkunjung dan menitipkan sarinya kedalam sentuhan putik yang siap menunggu...

     
  15. "WAYANG"
    By:Da2nk (WATU) '03

    Sudah aku bilang
    Kita ini...adalah Wayang
    Gerak-gerik serta tingkah laku kita
    selalu diawasi oleh Si Dalang

    Sekali lagi aku bilang
    Kita ini...adalah Wayang
    Kita harus menjalankan
    Aturan-aturan si Dalang

    Kan sudah aku bilang
    Kita ini...adalah Wayang
    Dilarang saling menyerang
    sesama wayang

    Sudah berapa kali ku bilang
    Kita ini...adalah Wayang
    Wayang adalah Wayang
    dan tetap menjadi Wayang
    Wayang takkan bisa menjadi Dalang

     
  16. "SEBUAH HARAPAN
    (Harapan dari anak negeri)

    Terdengar nyanyian sedih tanpa kata-kata
    Yang terucap dari bibir seorang bocah
    Nyanyian yang merindukan kasih sayang
    Yang telah lama hilang diterpa keganasan kota
    Nyanyian yang merindukan pelukan hangat
    Yang kini sirna bersama terbenamnya mentari
    Nyanyian yang merindukan kesejukan hati
    Seperti embun yang ada dipagi hari

    terlihat senyum pilu tak berekspresi
    yang tersirat dari wajah manis seorang bocah
    senyuman yang menginginkan sebuah perdamaian
    yang telah pudar bersama datangnya prahara
    senyuman yang menginginkan sebuah cinta
    yang telah pergi bersama munculnya permusuhan
    senyuman yang mengidamkan keadilan
    yang telah dijual belikan oleh para penguasa
    senyuman yang mengharapkan sebuah kebebasan
    yang telah mati dipenggal sang algojo

     
  17. CemenK ManiZ Says:
  18. untukmu kawan...
    mari berbagi pesan..
    jangan pernah kau lupakan kenangan masa silam..

    sahabat2 fai...
    yang suka akan seni dan budaya...
    kunjungi blog aq...
    (dadangjiwakusuma.blogspot.com)

     
  19. keren..
    sala sukses

     
  20. dalam bgt makna puisinya :D

     
  21. alfiandoang Says:
  22. bagus loh puisinya yaaa hmmm

     
  23. obat alami Says:
  24. puisi yang indah banget mas bro.. tengkyu yah atas puisinya,,, momtivasi banget...

     
  25. puisi yang sangat menyentuh sekali, makasih yah atas puisinya

     
  26. puisi yang penuh makna dan mempunyai makna yang mendalam

     
  27. luar biasa makasih atas puisinya

     
  28. keren sob puisinya :D

     
  29. mantap bangett nih puisinya,,,,, indah

     
  30. bunga itu akan segar kembali manakala datang kumbang tuk berkunjung dan menitipkan sarinya kedalam sentuhan putik yang siap menunggu...

     
  31. Parking Says:
  32. puisi yang indah banget mas bro.. memotivasi banget, thanks bro..

     
  33. puisinya menyentuh hati banget gan!! terima kasih banyak ya gan ! membuat saya semakin trmotivasi !

     
  34. puisinya keren banget gan, maknanya dapet ! menyentuh hati para pmbaca !

     
  35. I have to say I am amazed by your article. Indeed coupons is very useful specially to online consumers.

     
  36. Menyentuh. keren reduce lower body fat

     
  37. SEO Tips Says:
  38. http://yousake.blogspot.com/

     
  39. terima kasih infonya langsung aja kunjungannya ke tkp gan lam kenal aja dari kami.....

     
  40. bagus banget, sangat menyentuh kalbu

     
  41. mantapp sobbb . . puisimya jadi penegen berpuisi niehh!!

     
  42. puisi yang indah banget gan.. makasih yah atas puisinya,,, memotivasi banget...

     

Post a Comment

Terimakasih atas komentar dan kunjungannya, salam manis buat sobat semua

Download MK

MSI
There was an error in this gadget

Translator



English French German Spain Dutch Arabic

Recent Post

DAFTAR ISI BLOG

1.Blog Sejenis
2.Line Website UNISMA
3.Jam’ul Qur’an
4.Hadis Pra Modifikasi
5.Kampus Pusat Budaya
6.Qawaidul Fiqhiyyah
7.Sarjana Pengangguran
8.Penyimpangan dalam Penafsiran al Qur’an
9.Implementasi Ilmu Islam dalam Peguruan Tinggi Islam
10.Pemikiran Ibn Miskawaih Dlm Pendidikan
11.Otentisitas Hadis versi Orientalis
12.Maqashid al Tasyri’
13.Sejarah Peradilan Islam
14.Mengais Kembali Konsep Turats
15.Sufi Martir Ain Qudhat
16.Tema Pokok al Qur’an
17.Metodologi Penelitian
18.Nilai Maslahat dan HAM dalam Maqashid al Tasyri’
19.Pembaharuan Kurikulum Dasar Menengah
20.Pemikiran al Mawardi
21.Tasawwuf al Falsafi
22.Profil Dosen FAI UNISMA
23.Download Bahan Kuliah
24.Ikhtilaf al Hadis Part. I
25.Ikhtilaf al Hadis Part. II
26.Filsafat Ibn Rusyd
27.Inkar as Sunnah I
28.IInkar as Sunnah Part. II
29.Beasiswa Kuliah Gratis
30.Download MAteri Perkuliahan
31.Uji Timbang Blog
32.Award Pertama Buat FAI
33.Hakikat Manusia : Sebuah Renungan
34.Award oh Award
35.Pengumuman Mengikuti Beasiswa
36. Blog-ku Istana-ku
37.Kuliah Umum di FAI Unisma
38. Info LAnjutan Beasiswa
39. Dukungan Untuk Sang Guru
40. Zikir Akbar di Unisma
41.Ujian Seleksi Kuliah Beasiswa
42. Habil dan Qabil di Era Global
43. Suasana Ujian Seleksi Beasiswa
44. Mengapa aku harus memilih?
45.Pengumuman Hasil Ujian
46. award Dari Sobat Blogger
47. Psikotest Mahasiwa Beasiswa
48. Award Maning
49.Award Blogging 4 Earth
50. Pengumuman Hasil Ujian
51.Award Motivasi & Perilaku
52. Sistem Pembekalan Akademik
53. Award Tiad aPernah Berakhir
54. Light Up The Noght
55.Cap Jempol Darah
56.Awardmu-Awardku-AwardKita
57.Anti Mati Gaya Open Minded
58.Award Is Never Die
59.KEM tingkat Nasional
60.Pengumuman Kuliah Umum
61.Virus Malas Ngeblog
62.Pengumuman Hasil Seleksi Ujian
63. Prote Hasil Pilpres
64. Ramadhan Itu Datang Lagi
65.Orientasi Pendidikan MABA UNISMA
66.Download PPT HAM dan Gender
67.Gus Dur:Sang Guru Bangsa
68.Gerakan Fundamentalisme Islam
69.Download E-Book
70.FAI UNISMA
71.Umar Ibn al Khaththab
72.Beasiswa Kuliah Prodi PGMI
73.Ikhtilaf al Hadis Part. II
74.Gelar Doa sivitas FAI UNISMA
75.Pengumuman Pelaksanaan Tes Ujian Prodi PGMI
76.Pengumuman Hasil Tes Ujian Prodi PGMI
77.Beasiswa S2 Prodi Hukum Islam PPS UNISMA
78.Selamat Jalan Akhi
79.Pesta Demokrasi
80.Ordik MABA UNISMA
81.Islam Rahmat Lil Alamin
82.Beasiswa Bagi Guru PAI di Kemendiknas
83.Hasil Akreditasi PGMI
84.Rekonstruksi Kurikulum FAI UNISMA
85.Beasiswa Perkuliahan Prodi PAI
86. Ketentuan Lomba Lustrum
87. Pengumuman Hasil Psikotes
88. Beasiswa Untuk Guru PAI
89. Islam dan Ilmu Pengetahuan
90. Pengumuman Kelulusan Penerima Beasiswa
91. Pengumuman Hasil Seleksi Ujian Tulis
92. Maqamat dan Ahwal al Sufiyah
93. Ikhtilah Ulama