Jurnal Ilmiah

Panduan SOS

Prog. SOS FAI

Prog. SOS FAI
Sistem Informasi Akademik Mahasiswa FAI Berbasis Online

Popular Posts

Followers

CELEBRITY

Tamu-nya FAI


Oleh : Ika Ratih Sulistiani
Abstrak :
Suatu karakteristik tahap berpikir Van Hiele adalah bahwa kecepatan untuk berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya lebih banyak dipengaruhi oleh aktifitas dalam pembelajaran. Dengan demikian, pengorganisasian pembelajaran, isi, dan materi merupakan faktor penting dalam pembelajaran, selain guru juga memegang peran penting dalam mendorong kecepatan berpikir siswa melalui suatu tahapan. Tahap berpikir yang lebih tinggi hanya dapat dicapai melalui latihan-latihan yang tepat bukan melalui ceramah semata. Dalam perkembangan berpikir, van Hiele (dalam Clements dan Battista, 1992:436) menekankan pada peran siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara aktif. Siswa tidak akan berhasil jika hanya belajar dengan menghapal fakta-fakta, nama-nama atau aturan-aturan, melainkan siswa harus menentukan sendiri hubungan-hubungan saling Keterkaitan antara konsep-konsep geometri daripada proses-proses geometri.
Pendahuluan
Di antara berbagai cabang matematika, geometri menempati posisi yang paling memprihatinkan. Kesulitan-kesulitan siswa dalam belajar geometri terjadi mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kesulitan belajar ini menyebabkan pemahaman yang kurang sempurna terhadap konsep-konsep geometri yang pada akhirnya akan menghambat proses belajar geometri selanjutnya.
Teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Dina van Hiele-Geldof sekitar tahun 1950-an telah diakui secara internasional (Martin dalam Abdussakir, 2003:34) dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri sekolah. Uni Soviet dan Amerika Serikat adalah contoh negara yang telah merubah kurikulum geometri berdasar pada teori van Hiele (Anne, 1999). Pada tahun 1960-an, Uni Soviet telah melakukan perubahan kurikulum karena pengaruh teori van Hiele (Anne, 1999). Sedangkan di Amerika Serikat pengaruh teori van Hiele mulai terasa sekitar permulaan tahun 1970-an (Burger & Shaughnessy, 1986:31 dan Crowley, 1987:1). Sejak tahun 1980-an, penelitian yang memusatkan pada teori van Hiele terus meningkat (Gutierrez, 1991:237 dan Anne, 1999).
Penerapan teori Van Hiele diyakini dapat mengatasi kesulitan belajar siswa dalam geometri. Hal ini disebabkan karena teori Van Hiele lebih menekankan pada pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap berpikir siswa.
Geometri menempati posisi khusus dalam kurikulum matematika karena banyaknya konsep-konsep yang termuat di dalamnya. Dari sudut pandang psikologi, geometri merupakan penyajian abstraksi pengalaman visual dan spasial, misalnya bidang, pola, pengukuran dan pemetaan. Sedangkan dari sudut pandang matematik, geometri menyediakan pendekatan-pendekatan untuk pemecahan masalah, misalnya gambar-gambar, diagram, sistem koordinat, vektor, dan transformasi. Geometri juga merupakan sarana untuk mempelajari struktur matematika (Burger & Culpepper, 1993:140).
Tujuan pembelajaran geometri adalah agar siswa memperoleh rasa percaya diri mengenai kemampuan matematikanya, menjadi pemecah masalah yang baik, dapat berkomunikasi secara matematik, dan dapat bernalar secara matematik (Bobango, 1992:148). Sedangkan Budiarto (2000:439) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran geometri adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, mengembangkan intuisi keruangan, menanamkan pengetahuan untuk menunjang materi yang lain, dan dapat membaca serta menginterpretasikan argumen-argumen matematik.
Tingkat kognitif menurut Van Hiele
Dua tokoh pendidikan matematika dari Belanda, yaitu Pierre Van Hiele dan isterinya, Dian Van Hiele-Geldof, pada tahun-tahun 1957 sampai 1959 mengajukan suatu teori mengenai proses perkembangan yang dilalui siswa dalam mempelajari geometri. Dalam teori yang mereka kemukakan, mereka berpendapat bahwa dalam mempelajari geometri para siswa mengalami perkembangan kemampuan berpikir melalui tahap-tahap tertentu.
Teori van Hiele mempunyai karakteristik, yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial, (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran, dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri (Anne, 1999). Burger dan Culpepper (1993:141) juga menyatakan bahwa setiap tahap memiliki karakteristik bahasa, simbol dan metode penyimpulan sendiri-sendiri.
Clements & Battista (1992:426-427) menyatakan bawa teori van Hiele mempunyai karaketristik, yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu, terdapat “lompatan” dalam kurva belajar seseorang, (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki, (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya, dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. Crowley (1987:4) menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan, yakni seseorang harus melalui tahap-tahap tersebut sesuai urutannya; (2) kemajuan, yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia; (3) instrinsik dan ekstrinsik, yakni obyek yang masih kurang jelas akan menjadi obyek yang jelas pada tahap berikutnya; (4) kosakata, yakni masing-masing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri; dan (5) mismacth, yakni jika seseorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. Secara khusus yakni jika guru, bahan pembelajaran, isi, kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa.
Tahapan berpikir atau tingkat kognitif yang dilalui siswa dalam pembelajaran geometri, menurut Van Hiele adalah sebagai berikut:
Level 0. Tingkat Visualisasi
Tingkat ini disebut juga tingkat pengenalan. Pada tingkat ini, siswa memandang sesuatu bangun geometri sebagai suatu keseluruhan (wholistic). Pada tingkat ini siswa belum memperhatikan komponen-komponen dari masing-masing bangun. Dengan demikian, meskipun pada tingkat ini siswa sudah mengenal nama sesuatu bangun, siswa belum mengamati ciri-ciri dari bangun itu. Sebagai contoh, pada tingkat ini siswa tahu suatu bangun bernama persegipanjang, tetapi ia belum menyadari ciri-ciri bangun persegipanjang tersebut.
Level 1. Tingkat Analisis
Tingkat ini dikenal sebagai tingkat deskriptif. Pada tingkat ini siswa sudah mengenal bangun-bangun geometri berdasarkan ciri-ciri dari masing-masing bangun. Dengan kata lain, pada tingkat ini siswa sudah terbiasa menganalisis bagian-bagian yang ada pada suatu bangun dan mengamati sifat-sifat yang dimiliki oleh unsur-unsur tersebut
Sebagai contoh, pada tingkat ini siswa sudah bisa mengatakan bahwa suatu bangun merupakan persegipanjang karena bangun itu “mempunyai empat sisi, sisi-sisi yang berhadapan sejajar, dan semua sudutnya siku-siku”
Level 2. Tingkat Abstraksi
Tingkat ini disebut juga tingkat pengurutan atau tingkat relasional. Pada tingkat ini, siswa sudah bisa memahami hubungan antar ciri yang satu dengan ciri yang lain pada sesuatu bangun. Sebagai contoh, pada tingkat ini siswa sudah bisa mengatakan bahwa jika pada suatu segiempat sisi-sisi yang berhadapan sejajar, maka sisi-sisi yang berhadapan itu sama panjang. Di samping itu pada tingkat ini siswa sudah memahami perlunya definisi untuk tiap-tiap bangun. Pada tahap ini, siswa juga sudah bisa memahami hubungan antara bangun yang satu dengan bangun yang lain. Misalnya pada tingkat ini siswa sudah bisa memahami bahwa setiap persegi adalah juga persegipanjang, karena persegi juga memiliki ciri-ciri persegipanjang.
Level 3. Tingkat Deduksi Formal
Pada tingkat ini siswa sudah memahami peranan pengertian-pengertian pangkal, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan terorema-teorema dalam geometri. Pada tingkat ini siswa sudah mulai mampu menyusun bukti-bukti secara formal. Ini berarti bahwa pada tingkat ini siswa sudah memahami proses berpikir yang bersifat deduktif-aksiomatis dan mampu menggunakan proses berpikir tersebut.
Level 4. Tingkat Rigor
Tingkat ini disebut juga tingkat metamatis. Pada tingkat ini, siswa mampu melakukan penalaran secara formal tentang sistem-sistem matematika (termasuk sistem-sistem geometri), tanpa membutuhkan model-model yang konkret sebagai acuan. Pada tingkat ini, siswa memahami bahwa dimungkinkan adanya lebih dari satu geometri. Sebagai contoh, pada tingkat ini siswa menyadari bahwa jika salah satu aksioma pada suatu sistem geometri diubah, maka seluruh geometri tersebut juga akan berubah. Sehingga, pada tahap ini siswa sudah memahami adanya geometri-geometri yang lain di samping geometri Euclides.
Menurut Van Hiele, semua anak mempelajari geometri dengan melalui tahap-tahap tersebut, dengan urutan yang sama, dan tidak dimungkinkan adanya tingkat yang diloncati. Akan tetapi, kapan seseorang siswa mulai memasuki suatu tingkat yang baru tidak selalu sama antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Selain itu, menurut Van Hiele, proses perkembangan dari tahap yang satu ke tahap berikutnya terutama tidak ditentukan oleh umur atau kematangan biologis, tetapi lebih bergantung pada pengajaran dari guru dan proses belajar yang dilalui siswa. Implementasi Teori Van Hiele Dalam Pembelajaran
Untuk meningkatkan suatu tahap berpikir ke tahap berpikir yang lebih tinggi Van Hiele mengajukan pembelajaran yang melibatkan 5 fase (langkah), yaitu ; informasi (information), orientasi langsung (directed orientation), penjelasan (explication), orientasi bebas (free orientation), dan integrasi (integration).
Fase 1 (Inkuiri/Informasi)
Dengan tanya jawab antara guru dengan siswa, disampaikan konsep-konsep awal tentang materi yang akan dipelajari. Guru mengajukan informasi baru dalam setiap pertanyaan yang dirancang secermat mungkin agar siswa dapat menyatakan kaitan konsep-konsep awal dengan materi yang akan dipelajari. Bentuk pertanyaan diarahkan pada konsep yang telah dimiliki siswa, misalnya Apa itu garis yang sejajar? Apa itu garis yang sama panjang?Apa itu sudut yang sehadap, sepihak, dan bersebrangan? Apa itu segiempat? dan seterusnya.
Informasi dari tanya jawab tersebut memberikan masukan bagi guru untuk menggali tentang perbendaharaan bahasa dan interpretasi atas konsepsi-konsepsi awal siswa untuk memberikan materi selanjutnya, dipihak siswa, siswa mempunyai gambaran tentang arah belajar selanjutnya.
Fase 2 (Orientasi Berarah)
Sebagai refleksi dari fase 1, siswa meneliti materi pelajaran melalui bahan ajar yang dirancang guru. Guru mengarahkan siswa untuk meneliti objek-objek yang dipelajari. Kegiatan mengarahkan merupakan rangkaian tugas singkat untuk memperoleh respon-respon khusus siswa. Misalnya, guru meminta siswa mengamati gambar yang ditunjukkan berupa macam-macam segiempat.
Siswa diminta mengelompokkan jenis segiempat, sesuai dengan jenisnya, setelah itu menjiplak dan menggambarkan macam-macam segiempat dengan berbagai ukuran yang ditentukan sendiri pada kertas dengan mengunakan media alat tulis. Kemudian menempelkan pada buku masing-masing. Aktivitas belajar ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar aktif mengeksplorasi objek-objek (sifat-sifat bangun yang dipelajari) melalui kegiatan seperti mengukur sudut, melipat, menentukan panjang sisi untuk menemukan hubungan sifat-sifat dari bentuk bangun-bangun tersebut. Fase ini juga bertujuan untuk mengarahkan dan membimbing eksplorasi siswa sehingga menemukan konsep-konsep khusus dari bangun-bangun geometri.
Fase 3 (Uraian)
Pada fase ini, siswa diberi motivasi untuk mengemukakan pengalamannya tentang struktur bangun yang diamati dengan menggunakan bahasanya sendiri. Sejauh mana pengalamannya bisa diungkapkan, mengekspresikan dan merubah atau menghapus pengetahuan intuitif siswa yang tidak sesuai dengan struktur bangun yang diamati. Pada fase pembalajaran ini, guru membawa objek-objek (ide-ide geometri, hubungan-hubungan, pola-pola dan sebagainya) ke tahap pemahaman melalui diskusi antar siswa dalam menggunakan ketepatan bahasa dengan menyatakan sifat-sifat yang dimiliki oleh bangun-bangun yang dipelajari.
Fase 4 (Orientasi Bebas)
Pada fase ini siswa dihadapkan dengan tugas-tugas yang lebih kompleks. Siswa ditantang dengan situasi masalah kompleks. Siswa diarahkan untuk belajar memecahkan masalah dengan cara siswa sendiri, sehingga siswa akan semakin jelas melihat hubungan-hubungan antar sifat-sifat suatu bangun. Jadi siswa ditantang untuk mengelaborasi sintesis dari penggunaan konsep-konsep dan relasi-relasi yang telah dipahami sebelumnya.
Fase pembelajaran ini bertujuan agar siswa memperoleh pengalaman menyelesaikan masalah dan menggunakan strategi-strateginya sendiri. Peran guru adalah memilih materi dan masalah-masalah yang sesuai untuk mendapatkan pembelajaran yang meningkatkan perolehan berbagai performansi siswa.
Fase 5 (Integrasi)
Pada fase ini, guru merancang pembelajaran agar siswa membuat ringkasan tentang kegiatan yang sudah dipelajari (pengamatan-pengamatan, membuat sintesis dari konsep-konsep dan hubungan-hubungan baru). Tujuan kegiata belajar fase ini adalah menginterpretasikan pengetahuan dari apa yang telah diamati dan didiskusikan. Peran guru adalah membantu pengiterpretasian pengetahuan siswa dengan meminta siswa membuat refleksi dan mengklarifikasi pengetahuan geometri siswa, serta menguatkan tekanan pada penggunaan struktur matematika.
C. Pengalaman Belajar Sesuai Tahap Berpikir van Hiele
Tingkat berpikir siswa dalam belajar geometri menurut teori van Hiele banyak bergantung pada isi dan metode pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu disediakan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa. Siswa SMP/MTs pada umumnya sudah sampai pada tahap berpikir deduksi informal. Hal ini sesuai dengan pendapat van de Walle (1990:270) yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa SMP/MTs berada pada antara tahap 0 (visualisasi) sampai tahap 2 (deduksi informal). Berikut ini dijelaskan aktivitas-aktivitas yang dapat digunakan untuk tiga tahap pertama yaitu tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisis), dan tahap 2 (deduksi informal) (Crowley, 1987:7–12).
1. Aktivitas tahap 0 (visualisasi)
Pada tahap 0 (visualisasi) ini, siswa diharapkan dapat memperhatikan bangun-bangun geometri berdasarkan penampilan fisik sebagai suatu keseluruhan. Aktivitas untuk tahap ini sebagai berikut:
a. Memanipulasi, mewarna, melipat, dan mengkonstruk bangun-bangun geometri. b. Mengidentifikasi bangun atau relasi geometri dalam suatu gambar sederhana, dalam kumpulan potongan bangun, blok-blok pola atau alat peraga yang lain, dalam berbagai orientasi, melibatkan objek-objek fisik lain dalam kelas, rumah, foto, tempat luar, dan dalam bangun yang lain. c. Membuat bangun dengan menjiplak gambar pada kertas bergaris, menggambar bangun dan mengkonstruk bangun. d. Mendeskripsikan bangun-bangun geometri dan mengkonstruk secara verbal menggunakan bahasa baku atau tidak baku, misalnya kubus “seperti kotak”. e. Mengerjakan masalah yang dapat dipecahkan dengan menyusun, mengukur dan menghitung.
2. Aktivitas tahap 1 (analisis)
Pada tahap ini, siswa diharapkan dapat menyebutkan sifat-sifat bangun geometri. Aktivitas pada tahap ini antara lain: a. Mengukur, mewarna, melipat, memotong, memodelkan dan menyusun dalam urutan tertentu untuk mengidentifikasi sifat-sifat dan hubungan geometri lainnya. b. Mendeskripsikan kelas suatu bangun sesuai dengan sifat-sifatnya. c. Membandingkan bangun-bangun berdasarkan karakteristik sifat-sifatnya. d. Mengidentifikasi dan menggambar bangun yang diberikan secara verbal atau diberikan sifat-sifatnya secara tertulis. e. Mengidentifikasi bangun berdasarkan visual. f. Membuat suatu aturan dan generalisasi secara empirik (berdasarkan beberapa contoh yang dipelajari). g. Mengidentifikasi sifat-sifat yang dapat digunakan untuk mencirikan atau mengkontraskan kelas-kelas bangun yang berbeda. h. Menemukan sifat-sifat objek yang tidak dikenal. i. Menemukan dan menggunakan kata-kata atau simbol-simbol yang sesuai. j. Menyelesaikan masalah geometri yang dapat mengarahkan untuk mengetahui dan menemukan sifat-sifat suatu gambar, relasi geometri atau pendekatan berdasarkan wawasan.
3. Aktivitas tahap 2 (deduksi informal)
Pada tahap ini, siswa diharapkan mampu mempelajari keterkaitan antara sifat-sifat dari bangun-bangun geometri yang dibentuk. Aktivitas siswa untuk tahap ini dijelaskan sebagai berikut: a. Mempelajari hubungan yang telah dibuat pada tahap 1, membuat inklusi, dan membuat implikasi. b. Mengidentifikasi sifat-sifat minimal yang menggambarkan suatu bangun. c. Membuat dan menggunakan definisi. d. Mengikuti argumen-argumen informal. e. Mengajukan argumen informal. f. Mengikuti argumen deduktif, mungkin dengan menyisipkan langkah-langkah yang kurang. g. Memberikan lebih dari suatu pendekatan atau penjelasan. h. Melibatkan kerjasama dan diskusi yang mengarah pada pernyataan dan konversi. i. Menyelesaikan masalah yang menekankan pada pentingnya sifat-sifat gambar dan saling keterhubungannya.
Van de Walle (1990:270) membuat deskripsi aktivitas yang lebih sederhana dibandingkan dengan deskripsi yang dibuat Crowley. Menurut Van de Walle aktivitas pembelajaran untuk masing-masing tiga tahap pertama adalah:
1. Aktivitas tahap 0 (visualisasi)
Aktivitas siswa pada tahap ini antara lain: a. Melibatkan penggunaan model fisik yang dapat digunakan untuk memanipulasi. b. Melibatkan berbagai contoh bangun-bangun yang bervariasi dan berbeda sehingga sifat yang tidak relevan dapat diabaikan. c. Melibatkan kegiatan memilih, mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai bangun, dan d. Menyediakan kesempatan untuk membentuk, membuat, menggambar, menyusun atau menggunting bangun.
2. Aktivitas tahap 1 (analisis)
Aktivitas siswa pada tahap ini antara lain: a. Menggunakan model-model pada tahap 0, terutama model-model yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai sifat bangun. b. Mulai lebih menfokuskan pada sifat-sifat dari pada sekedar identifikasi. c. Mengklasifikasi bangun berdasar sifat-sifatnya berdasarkan nama bangun tersebut. d. Menggunakan pemecahan masalah yang melibatkan sifat-sifat bangun.
3. Aktivitas tahap 2 (deduksi informal)
Aktivitas siswa pada tahap ini antara lain: a. Melanjutkan pengklasifikasian model dengan fokus pada pendefinisian sifat, membuat daftar sifat dan mendiskusikan sifat yang perlu dan cukup untuk kondisi suatu bangun atau konsep. b. Memuat penggunaan bahasa yang bersifat deduktif informal, misalnya semua, suatu, dan jika – maka, serta mengamati validitas konversi suatu relasi. c. Menggunakan model dan gambar sebagai sarana untuk berpikir dan mulai mencari generalisasi atau kontra contoh.
RUJUKAN Anne. T.. 1999. The van Hiele Models of Geometric Thought. (Online) Http://euler.slu.edu/teach_material/van_hiele_model_of_geometry.html, diakses 14 Oktober 2005).
Budiarto, M.T.. 2000. Pembelajaran Geometri dan Berpikir Geometri. Dalam prosiding Seminar Nasional Matematika “Peran Matematika Memasuki Millenium III”. Jurusan Matematika FMIPA ITS Surabaya. Surabaya, 2 Nopember.
Clements, D.H. & Battista, M.T.. 1992. Geometry and Spatial Reasoning. Dalam Grouws, D.A. (Ed). Handbook of Research on Mathematics Teaching and Learning. New York: MacMillan Publishing Company.
Clements, D.H. & Battista, M.T.. 2001. Geometry and Proof. (Online) (Http://www.terc.edu/investigation/relevant/html/Geometry.html, diakses 14 Oktober 2005).
Purnomo, A.. 1999. Penguasaan Konsep Geometri dalam Hubungannya dengan Toeri Perkembangan Berpikir van Hiele pada Siswa Kelas II SLTP Negeri 6 Kodya Malang. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP Malang.
Van de Walle, J.A.. 1990. Elementary School Mathematics: Teaching Developmentally.

885 komentar

«Oldest   ‹Older   1 – 200 of 885   Newer›   Newest»
  1. obat stroke Says:
  2. terimakasih atas ilmunya sangat berguna untuk saya

     
  3. ooh gitu... makasih gan infonya, matemarika memang sulut, tapi asik.

     
  4. makasih banyak gan infonya

     
  5. ijin nyimak gan,..

     
  6. artikelnya bagus, thx ya

     
  7. belajar matematika memang sulit, tapi kalo pas udah bisanya jadi seneng..

     
  8. tanaman obat Says:
  9. pelajaran yang membuat ane sering beradas di luar kelas waktu sma (maklum sering ga ngerjain pr he he)

     
  10. makasih gan infonya. matematika menurut saya tetep sulit.

     
  11. Soartec Says:
  12. wah jd inget lg sama matematika plajaran yg sulit buat saya

     
  13. Miracle boy Says:
  14. nilai matematika ku jarang ada yang bagus hehehe....

     
  15. Terimakasih banyak atas informasinya...!
    salam kenal dan semoga sukses.

     
  16. panjang banget tulisannya.... Pasti pinter Matematika yaa....

    Follow me at Forex Trader

     
  17. Wow lengkapnya,, semoga bisa melengkapi kekurangan yang aq miliki deh. makaci...

     
  18. wah infonya sangat menarik sekali,, terimakasih ya

     
  19. dulu sih rada anti sama matematika, akhirnya nyesel deh sekarang

     
  20. Kediri Says:
  21. Matematika... hm sempat kubenci mata ajaran ini kala masih SMP, tp kebalikannya begitu sayang dan tak pernah bolos pelajaran ketika mulai SMA, karena ternyata matematika itu mengasikkan apalagi ditunjung guru yang cantik waktu itu... he.he...

     
  22. kunjungan siang gan
    salam kenal

     
  23. alhamdulillah bisa tambah ilmu sekaligus pengetahuan matematikanya nih gan terimakasih

     
  24. makasih infonya...

     
  25. makasih infonya.

     
  26. ok juga gan infonya

     
  27. Terimakasih banyak atas informasi yang diberikan,salam kenal dan semoga sukses...

     
  28. van hiele pasti jenius sekali yah...saya kagum dengan pembelajaran beliau

     
  29. penjelasan nya dapat di mengerti sekali gan... makasih infonya...

     
  30. emank asik belajar matematika tapi kalo kita nya udah seneng sma matematika,

     
  31. salam kenal gan

     
  32. belajar matematika itu emang menyenangkan.. tp kalau udah ketemu sma pertanyaan yang jawabannya amat susah , suka jd gak mood ,, :)

     
  33. sip

     
  34. yUBah Says:
  35. WIdih... emg matematika ini sangt menantang... saya sangat suka sekali matematika.,,

    http://h34lthy.blogspot.com/

     
  36. sip ,, artikel yang sangat bermanfaat gan :)

     
  37. makasih infonya, semoga bermanfaat

     
  38. di blog ini banyak ilmu yg saya dapatkan.. makasih ya..:)

     
  39. nice info

     
  40. terima kasih infonya :D

     
  41. Matematika... ilmu untuk melatih logika.

     
  42. belajar matematika untuk sehari" kita

     
  43. terimakasih gan atas informasinya yang sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan terutama ilmu matematika

     
  44. pinter nich yang bikin artikel ini saya sangat suka karena bisa dimengerti thanks........!

     
  45. yang bikin artikel ini pasti orang yang sangat zenius, terimaksih atas infonya sangat bermanfaat sekali tuk saya ........!

     
  46. artikel yang sangat memberi motifasi terhadap saya thanks atas infonya......!

     
  47. lanjut gan

     
  48. panjang banget ya artikelnya, tapi bagus kok info yang di share, makasi banget sharenya

     
  49. thanks atas ilmunya yah gan.. hehe

     
  50. ditunggu postingan bermanfaat berikutnya kawan..

     
  51. Matematika ..? hem... sesuatu yang menjengkelkan...

     
  52. artikel yang sangat bagus bisa memberikan inspirasi dan pelajaran baru thanks.......!

     
  53. makasih gan

     
  54. pelajaran matematika itu termasuk di takuti, kenapa ya? hehe

     
  55. saya yakin orang yang punya blog ini pasti orang pintar terimakasih banyak atas infonya........!

     
  56. izin sedot gan, buat tugas kuliah makasih sebelumnya

     
  57. kalo bicara soal matematika oe jadi inget pas zaman SMA, Matematika itu susah, tapi bikin penasaran pengem bisa.

     
  58. Amazing

     
  59. aan medianto Says:
  60. menarik informasi nya ...


    KIB | Komunitas Internet Banjar

     
  61. trims infonya sangat bermanfaat. sukses selalu buat unisma sebagai kampus inspirator keilmuan islam di jawa timur.. amin

     
  62. artikel yang sangat bagus gan mm semoga bermanfaat :)

     
  63. toko bunga Says:
  64. keren habis, Unisma selalu jaya

     
  65. artikel yang sangat bagus dan bermanfaat sekali tuk saya dan teman yang lainnya thanks.......!

     
  66. salam sehat gan

     
  67. mantapppp banget

     
  68. Unisma maju terus

     
  69. sukses selalu

     
  70. lanjutkan

     
  71. sukses terus

     
  72. dokter pena Says:
  73. sukses ya

    salam
    http://dokterpena.com
    jasa tulis artikel, jasa penulisan artikel

     
  74. info yang sangat bagus mas,,,info yang sngat bermanfaat sekali buat saya,,terima kasih banyak ya...semoga selalu menciptakan karya-karya terbaiknya,, dan ditunggu update postingannya selanjutnya...mantap!!

     
  75. blogwalking sore sobat

     
  76. matematika emang agak susah ya,, :)

     
  77. semangat terus untuk mengerjakan soal matematikanya :)

     
  78. Izin copy gan, buat tugas kuliah

     
  79. Herbal Slim Says:
  80. mohon izin mau ikut belajar

     
  81. informasi yang bagus nih gan

     
  82. makasih gan

     
  83. blogwalking kawan dan semoga sukses,,,,,,,,,,,,

     
  84. matematika bagiku sulitt.. :(

     
  85. kalo buat oe matematika sulit banget, tapi mengasikan.

     
  86. nice post

     
  87. mereka semua hebat, udah bisa dapat beasiswa. orang tua mereka pasti bangga.

     
  88. hebat, ane salut sama mereka.

     
  89. dimana ada kemauan pasti ada keberhasilan

     
  90. rumah mewah Says:
  91. di mana ada tekad, ada kemauan, kerja keras, hasilnya pasti berbuah manis

     
  92. Kalo masalah pelajaran matematika, proses belajarnya tidak boleh terlalau serius, apa lagi kalo gurunya galak banget. murid gak bakalan bisa konsentrasi.

     
  93. klo gurunya rada rada galak, saya mh suka susah belajarnya .., hehehe

     
  94. maju terus gan buat pendidikan Indonesia

     
  95. kursus Says:
  96. Menarik jika berbicara tentang sains. Salam kenal, Ika Ratih

     
  97. matematika itu tidak terlalu sulit kok,klw kita rajin mempelajarinya .. :)

     
  98. mantap juga nih infonya

     
  99. Ace Maxs Says:
  100. oo, bgitu ya ..

    terima kasih infonya gan ... :)

     
  101. pembelajaran yang sangat berharga..thnks atas ilmu nya

     
  102. ane baca separu saja gan..panjang tulisannya heee nice postingannya

     
  103. oh gitu ya gan,, keren deh

     
  104. obat kista Says:
  105. wah keren,, thx gan info nya,,, ini sangat bermanfaat sekali buat saya

     
  106. nice info !!!

     
  107. dokter pena Says:
  108. nice post gan..

    ditunggu artikel selanjutnya gan


    dokterpena.com

    jasa tulis artikel, jasa penulisan artikel

     
  109. ibnoe.info Says:
  110. ribet..., gua kurang suka matematika rummit.. bikin pusing kepala....

     
  111. Jersey Says:
  112. Matematika... hem, salah satu mata ajaran yang kusuka banget...

     
  113. trims infonya, matematika mmg top

     
  114. matematika itu agak susah ya ... :)

     
  115. mkasih infonya @!!!!

     
  116. want to find a blog that can be used as a benchmark, seems to have been met.
    useful posts once I feel, read reviews interesting and complete.
    please stop by my blog yozidahfilputra.blogspot.com

     
  117. Ace maxs Says:
  118. matematika penuh dg rumuss,,, sungguh membingungkan :D

     
  119. paling malss nih gan bahan matematika,,, :D

     
  120. kalau ingat matematika itu, pasti buanyak rumusss nya kak ..

     
  121. rumus rumus dan rumus ... mungkin itulah ciri khas dari matematika..

     
  122. inggat matematika jadi ingget sekolah pas dolo yang ribet amt

     
  123. blogwalking sobat

     
  124. maksih !!!

     
  125. artikel yang bagus
    http://jakartafinestmeat.wordpress.com

     
  126. wah mantep nih gan infonya ,, thx uidda berbagi ilmunya yaa :)

     
  127. kunjungan sore gan

     
  128. Ace maxs Says:
  129. sharing ilmu yg bermanfaat sekali nih gan :D

     
  130. maaksih ya sudah berbagi ilmu gan :D

     
  131. info yang sangat bagus mas,,,info yang sngat bermanfaat sekali buat saya,,terima kasih banyak ya...semoga selalu menciptakan karya-karya terbaiknya,, dan ditunggu update postingannya selanjutnya...mantap!!
    Obat Wasir dan Ambeien Manjur di Obatwasir.biz
    Obat Wasir dan Ambeien Manjur di Obatwasir.biz

     
  132. metode belajar yang mengasyikan nih.. ijin belajar yahh heheheehe

     
  133. Ace Maxs Says:
  134. thanks buat teorinya ya

     
  135. matematika itu rumitt gan :D

     
  136. thanks atas informasinya gan

     
  137. wah sangat bermanfaat ini :D

     
  138. Info Terbaru Says:
  139. makasih infonya yaa :D

     
  140. nice post kakak :D

     
  141. Id Lowker Says:
  142. wih matebb kak, makasih yaaa

     
  143. makasih infonya :)
    salam sahabat dari saya,,

     
  144. Artikel yang sangat menarik...!
    salam kunjung :)

     
  145. wah benar juga ni.. keren deh,, makasih informasinya

     
  146. Mujiono Says:
  147. dulu pnegn banget kuliah jurusan matematika, tapi terlanjur masuk TIK .....

     
  148. makasih nih gan atas infonya

     
  149. saya ingat dulu waktu sekolah matematika nilai'nya jelek terus.. hehehe.. :)

     
  150. Kaos Distro Says:
  151. walau panjang tapi bermanfaat

     
  152. mantap banget nih info

     
  153. Hanif Says:
  154. Nice posting sob

     
  155. ajaib banget infonya

     
  156. Mantap banget... luar biasa

     
  157. terimakasih telah berbagi

     
  158. terima kasih

     
  159. thank's atas ilmunya...
    berbagi itu memang indah... :)

     
  160. obat kista Says:
  161. thx gan sudah berbagi ilmu nih,, ini sangat bermanfaat sekali

     
  162. Manatp!

     
  163. wah ane paling demen banget ni pelajaran. ternyata ada teori baru mesti ane pelajarin kalo begitu

     
  164. wah ini teori kayanya baru, dulu jaman gue kayanya kaga ada dah

     
  165. mantap dah pelajaran matematika

     
  166. pelajaran matematika memusingkan gan :D

     
  167. wah sangat bermanfaat nih
    :D

     
  168. Rey Says:
  169. sangat bermanfaat pak, terimakasih ya :)

     
  170. hhhhhhhhhhhhmmmmmmmmmmmm

     
  171. makasih nih gan atas infonya

     
  172. Artikel menarik.

     
  173. mantap

     
  174. ikut menyimak gan

     
  175. mantap

     
  176. hhhhhhhhhhhhhmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm like it

     
  177. Mantap bangetlah.

     
  178. Infonya mantap gan,terimakasih & sukses.

     
  179. salam sehat gan dan semoga sukses

     
  180. Artikel yang menarik...!
    salam kenal dan semoga sukses selalu....

     
  181. Refi Says:
  182. wih,., lumayan ni buat tambah-tambah ilmu pengethuan,., terimakasih atas ilmunya kang,.,.

     
  183. Ane tunggu artikel ter-updatenya.

     
  184. Postingan Yang bagus gan, Jangan Lupa Visit Back

     
  185. Dirga Bsc Says:
  186. Cocok, geometri memang bikin puyeng. Harus punya imajinasi yang wahh kalo belajar geometri.

     
  187. Tetap semangat!

     
  188. Hanif Says:
  189. nice posing

     
  190. Rahmat Aziz Says:
  191. wah artikelnya bagus nih. Jan muanteb hehe.

     
  192. info yang sangat bermanfaat,,
    terimakasih ya sudah berbagi

     
  193. terimakasih atas infonya gan

     
  194. wah infonya keren
    jadi nambah wawasan deh

     
  195. Terimakasih banyak atas informasinya yang bagus ini.
    Salam kenal dan semoga sukses selalu.Amiin.

     
  196. terimakasih nih gan atas infonya

     
  197. mantap

     
  198. mantap

     
  199. mantap

     
  200. anisa Says:
  201. Bagus sekali, ini sangat bermanfaat dan penting sekali untuk di ketahui. Terimakasih informasinya ya gan. Terus berkembang dalam membuat imajinasi baru.

     
  202. prinsip belajar... sukai pelajarannya dan senangi guru yang ngajarnya. begitu juga matematika jika kita bilang benci sama pelajaran matematika otomatis belajar matematikanya pun gak bakalan bisa bisa. sugessti...

     
  203. salam kenal

     
  204. ijin menyimak.. makasih informasinya..

     
  205. Obat Kista Says:
  206. matematika kebanyakannya harus praktek , jangan teori saja ,,, :D

     
  207. alluky Says:
  208. nice post:D

     
  209. Pascalmatlab Says:
  210. artikel yang bermanfaat

     
  211. sarang Says:
  212. top artikelnya gan

     
  213. Teori yang menarik...

     
  214. makasih gan

     
  215. banyak yang bilang belajar matematika ini sangat sulit,,padahal menurut saya,, belajar matematika itu sangat menyenangkan dan tidaklah sulit,, yang penting kita mau belajar pasti kita akan bisa..

     
  216. sukses buat semuanya

     
  217. mazing kawn

     
  218. wuiih ,, keren gan artikelnya :)

     
  219. kiansantang Says:
  220. bagus sob artikelnya bermanfaat buat ane.
    terima kasih.

     
  221. daun muda Says:
  222. wah ane nyerah deh urusan matematika mah,,,

     
  223. wah.. ilmunya sangat bermanfaat..
    makasih udh share.. :D

     
  224. terima kasih infonya....bisa di coba nech cara pembelajarannya....matematika ku memang jelek terus...

    http://www.rotanmebeljepara.com/jam-hias-jati/

     
  225. makasih infonya, sangat membantu

     
  226. terimakasih atas informasinya

     
  227. Awesome blog.I enjoyed reading your articles.This is truly a great read for me.I have bookmarked it and I am looking forward to reading new articles.Keep up the good work!

     
  228. semoga bermanfaat

     
  229. artikelnya bagus sekali.pembelajaran matematika sangatlah mengasah otak.

     
  230. mantap artikelnya gan...

     
  231. Dhiyas KN Says:
  232. makasih bos nemu temen lagi ane dituguu kunjungan baliknya

     
  233. Ace maxs Says:
  234. thanks sobat atas artikelnya

     
  235. pembelajaran matematika sungguh memusingkan hheu

     
  236. Terimakasih uda berbagi sobat

     
  237. hmmmmmm, terimakasih infonnya, bermanfaat bagi kita . .

     
  238. wah,,infonya sangat membantu gan,,trima kasih

     
  239. mntab gan,,
    slam kenal

     
  240. sip.. ok baget postingannya, wawasanku jadi bertambah setelah baca artikelnya agan

     
«Oldest ‹Older   1 – 200 of 885   Newer› Newest»

Post a Comment

Terimakasih atas komentar dan kunjungannya, salam manis buat sobat semua

Download MK

MSI
There was an error in this gadget

Translator



English French German Spain Dutch Arabic

Recent Post

DAFTAR ISI BLOG

1.Blog Sejenis
2.Line Website UNISMA
3.Jam’ul Qur’an
4.Hadis Pra Modifikasi
5.Kampus Pusat Budaya
6.Qawaidul Fiqhiyyah
7.Sarjana Pengangguran
8.Penyimpangan dalam Penafsiran al Qur’an
9.Implementasi Ilmu Islam dalam Peguruan Tinggi Islam
10.Pemikiran Ibn Miskawaih Dlm Pendidikan
11.Otentisitas Hadis versi Orientalis
12.Maqashid al Tasyri’
13.Sejarah Peradilan Islam
14.Mengais Kembali Konsep Turats
15.Sufi Martir Ain Qudhat
16.Tema Pokok al Qur’an
17.Metodologi Penelitian
18.Nilai Maslahat dan HAM dalam Maqashid al Tasyri’
19.Pembaharuan Kurikulum Dasar Menengah
20.Pemikiran al Mawardi
21.Tasawwuf al Falsafi
22.Profil Dosen FAI UNISMA
23.Download Bahan Kuliah
24.Ikhtilaf al Hadis Part. I
25.Ikhtilaf al Hadis Part. II
26.Filsafat Ibn Rusyd
27.Inkar as Sunnah I
28.IInkar as Sunnah Part. II
29.Beasiswa Kuliah Gratis
30.Download MAteri Perkuliahan
31.Uji Timbang Blog
32.Award Pertama Buat FAI
33.Hakikat Manusia : Sebuah Renungan
34.Award oh Award
35.Pengumuman Mengikuti Beasiswa
36. Blog-ku Istana-ku
37.Kuliah Umum di FAI Unisma
38. Info LAnjutan Beasiswa
39. Dukungan Untuk Sang Guru
40. Zikir Akbar di Unisma
41.Ujian Seleksi Kuliah Beasiswa
42. Habil dan Qabil di Era Global
43. Suasana Ujian Seleksi Beasiswa
44. Mengapa aku harus memilih?
45.Pengumuman Hasil Ujian
46. award Dari Sobat Blogger
47. Psikotest Mahasiwa Beasiswa
48. Award Maning
49.Award Blogging 4 Earth
50. Pengumuman Hasil Ujian
51.Award Motivasi & Perilaku
52. Sistem Pembekalan Akademik
53. Award Tiad aPernah Berakhir
54. Light Up The Noght
55.Cap Jempol Darah
56.Awardmu-Awardku-AwardKita
57.Anti Mati Gaya Open Minded
58.Award Is Never Die
59.KEM tingkat Nasional
60.Pengumuman Kuliah Umum
61.Virus Malas Ngeblog
62.Pengumuman Hasil Seleksi Ujian
63. Prote Hasil Pilpres
64. Ramadhan Itu Datang Lagi
65.Orientasi Pendidikan MABA UNISMA
66.Download PPT HAM dan Gender
67.Gus Dur:Sang Guru Bangsa
68.Gerakan Fundamentalisme Islam
69.Download E-Book
70.FAI UNISMA
71.Umar Ibn al Khaththab
72.Beasiswa Kuliah Prodi PGMI
73.Ikhtilaf al Hadis Part. II
74.Gelar Doa sivitas FAI UNISMA
75.Pengumuman Pelaksanaan Tes Ujian Prodi PGMI
76.Pengumuman Hasil Tes Ujian Prodi PGMI
77.Beasiswa S2 Prodi Hukum Islam PPS UNISMA
78.Selamat Jalan Akhi
79.Pesta Demokrasi
80.Ordik MABA UNISMA
81.Islam Rahmat Lil Alamin
82.Beasiswa Bagi Guru PAI di Kemendiknas
83.Hasil Akreditasi PGMI
84.Rekonstruksi Kurikulum FAI UNISMA
85.Beasiswa Perkuliahan Prodi PAI
86. Ketentuan Lomba Lustrum
87. Pengumuman Hasil Psikotes
88. Beasiswa Untuk Guru PAI
89. Islam dan Ilmu Pengetahuan
90. Pengumuman Kelulusan Penerima Beasiswa
91. Pengumuman Hasil Seleksi Ujian Tulis
92. Maqamat dan Ahwal al Sufiyah
93. Ikhtilah Ulama